Sabtu, 15 Juni 2013

TEKNOLOGI BENIH "Pengujian Viabilitas dan Vigor Benih Dengan Beberapa Metode" Stefanuseko

    PENDAHULUAN

     Latar Belakang
Dalam pertanian, tentu kita tidak lepas dari kata biji, dan benih. Dari sumber Wikipedia 2012, Biji (bahasa Latin : semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. (Lihat pergiliran keturunan). Biji merupakan bakal biji (ovulum) yang dihasilkan oleh tumbuhan berbunga dan dikenal sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan.. bibit adalah tanaman hasil perbanyakan atau penangkaran yang siap untuk ditanam, dapat bersal dari perbanyakan generatif (biji/benih) dan dapat juga bersal dari perbanyakan vegetif (cangkok, okulasi, stek, dll).
Sedangkan Benih adalah biji yang dipersiapkan untuk tanaman yang telah melalui proses seleksi, sehingga dapat diharapkan dapat mencapai proses tumbuh yang besar menjadi tanaman dewasa Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Pertanian Bab I ketentuan umum pasal 1 ayat 4 disebutkan bahwa benih tanaman yang selanjutnya disebut benih, adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakkan tanaman. Dalam buku lain tertulis benih disini dimaksudkan sebagai biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan pertanaman (Sutopo, 2004).
Faktor yang mempengaruhi perkecambahan dapat berasal dari fator internal dan eksternal. Syarat tumbuh benih melipui syarat internal berupa kesiapan dan kemasakan embrio dan bagian-bagian penunjang lnternal. Syarat eksternal meliputi keadaaan lingkungan yang mendukung seperti pH, media, air, suhu dan lain sebagainya. Dapat juga perkecambahan dan syarat tumbuhnya dipengaruhi oleh faktor dalam yang meliputi: tingkat kemasakan benih, ukuran benih, dormansi, dan penghambat perkecambahan, serta faktor luar yang meliputi: air, temperatur, oksigen, dan cahaya (Sajad, 1993).

     Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum dari praktikum ini adalah untuk mengenal berbagai metode pendugaan parameter viabilitas benih dengan gejala pertumbuhan (pengujian viabilitas benih dengan kondisi lingkungan sesuai/favourable).

    TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kekuatan Tumbuh
Daya tumbuh benih adalah munculnya unsur – unsur utama dari lembaga dari suatu benih yang diuji yang menunjukkan kemampuan untuk menjadi tanaman normal apabila ditanam pada lingkungan yang sesuai bagi benih tersebut. Presentasi daya tumbuh benih adalah presentasi dan benih yang membentuk bibit/ tanaman normal pada lingkungan yang sesuai dalam jangka waktu tertentu. Tujuan pengujian daya tumbuh adalah untuk mendapatkan keterangan/ gambaran dari benih yang diuji yang mendekati kenyataan lapangan (Bagod Sudjadi, 2006).
Dari benih yang baik akan muncul kecambah normal, sebaliknya benih yang rusak, rendah kualitasnya menghasilkan kecambah atau bibit yang tidak normal atau abnormal. Kerusakan benih dapat terlihat nyata ( retak kulit, mengelupas atau biji pecah ). Tapi kadang terlihat kerusakan pada bagian dalam benih. Kerusakan benih dapat diketahui setelah benih berkecambah abnormal (Bagod Sudjadi, 2006).

2.2. Viabilitas dan Vigor Benih
Viabilitas adalah kemampuan benih atau daya hidup benih untuk tumbuh secara normal pada kondisi optimum. Berdasarkan pada kondisi lingkungan pengujian viabilitas benih dapat dikelompokkan ke dalam viabilitas benih dalam kondisi lingkungan sesuai (favourable) dan viabilitas benih dalam kondisi lingkungan tidak sesuai (unfavourable). Pengujian viabilitas benih dalam kondisi lingkungan tidak sesuai termasuk kedalam pengujian vigor benih. Perlakuan dengan kondisi lingkungan sesuai sebelum benih dikecambahkan tergolong untukmenduga parameter vigor daya simpan benih, sedangkan jika kondisi lingkungan tidak sesuai diberikan selama pengecambahan benih maka tergolong dalam pengujian untuk menduga parameter viabilitas tumbuh benih (Bagod Sudjadi, 2006).
Secara umum vigor diartikan sebagai kemampuan benih untuktumbuh normal pada keadaan lingkungan yang sub optimal. Vigor dipisahkan antara vigor genetik dan vigor fisiologi. Vigor genetik adalah vigor benih dari galur genetik yang berbeda-beda, sedang vigor fisiologi adalah vigor yang dapat dibedakan dalam galur genetik yangsama. Vigor fisiologi dapat dilihat antara lain dari indikasi tumbuh akar dari plumula atau koleptilnya, ketahanan terhadap serangan penyakit dan warna kotiledon dalam efeknya terhadap Tetrazolium Test. Informasi tentang daya kecambah benih yang ditentukan di laboratorium adalah pada kondisi yang optimum. Padahal kondisi lapang yang sebenarnya jarang didapati berada pada keadaan yang optimum. Keadaan sub optimum yang tidak menguntungkan di lapangan dapatmenambah segi kelemahan benih dan mengakibatkan turunnya persentase perkecambahan serta lemahnya pertumbuhan selanjutnya. Secara ideal semua benih harus memiliki kekuatan tumbuh yang tinggi, sehingga bila ditanam pada kondisi lapangan yang beraneka ragamakan tetap tumbuh sehat dan kuat serta berproduksi tinggi dengan kualitas baik (Bagod Sudjadi, 2006).
Vigor benih di cerminkan oleh dua informasi tentang viabilitas, masing-masing ‘kekuatan tumbuh’ dan ‘daya simpan’ benih. Kedua nilai fisioogi ini menempatkan benih pada kemungkinan kemampuannya untuk tumbuh menjadi tanaman normal meskipun keadaan biofisik lapangan produksi sub optimum atau sesudah benih melampui suatu periode simpan yang lama.Tanaman dengan tingkat vigor yang tinggi mungkin dapat dilihat dari performansi fenotipis kecambah atau bibitnya, yang selanjutnya mungkin dapat berfungsi sebagai landasan pokok untuk ketahananya terhadap berbagai unsur musibah yang menimpa. Vigor benih untuk kekuatan tumbuh dalam suasana kering dapat merupakan landasan bagi kemampuannya tanaman tersebut untuk tumbuh bersaing dengan tumbuhan pengganggu atau pun tanaman lainnya dalam pola tanam multipa. Vigor benih untuk tumbuh secara spontan merupakan landasan bagi kemampuan tanaman mengabsorpsi sarana produksi secara maksimal sebelum panen. Juga dalam memanfaatkan unsur sinar matahari khususnya selama periode pengisian dan pemasakan biji. Pada hakekatnya vigor benih harus relevan dengan tingkat produksi, artinya dari benih yang bervigor tinggi akan dapat dicapai tingkat produksi yang tinggi. Vigor benih yang tinggi dicirikan antara lain tahan disimpan lama, tahan terhadap serangan hama penyakit, cepat dan merata tumbuhnya serta mampu menghasilkan tanaman dewasa yang normal dan berproduksi baik dalam keadaan lingkungan tumbuh yang suboptimal (Bagod Sudjadi, 2006).

2.3. Ciri-ciri Vigor Benih Kuat dan Rendah
Vigor benih dapat dkategorikan dalam vigor benih kuat dan vigor benih lemah. Ciri-ciri benih yang mempunyai vigor tinggi atara lain benih ini dapat disimpan lama sehingga dapat mempermudah dalam penyimpanan benih dalam jumlah yang besar. Vigor benih tinggi juga memiiki cirri benih berkecambah cepat dan merata, Bebas dari penyakit benih, tahan terhadap gangguan mikroorganisme yang bersifat merugikan tanaman yang menyebabkan baik kerusakan fisik maupun fisiologis tanaman, Laju tumbuhnya tinggi dengan arti benih cepat tumbuh mulai dari perkembangan embrio, perkecambahannya, dan petumuhannya menuju tanaman dewasa, dan juga vigor benih yang tinggi ini memiliki produksi yang tinggi baik secara vegetative maupun generative nantinya.
Sedangkan ciri-ciri vigor benih rendah merupakan kebalikan dari vigor benih tinggi cirri-cirinya antara lain benih ini tidak dapat disimpan. Vigor benih rendah juga memiiki cirri benih berkecambah tidak cepat dan merata, Tidak bebas dari penyakit benih, tidak tahan terhadap gangguan mikroorganisme yang bersifat merugikan tanaman yang menyebabkan baik kerusakan fisik maupun fisiologis tanaman, Laju tumbuhnya rendah dengan arti benih lambat dalam pertumbuhannya tumbuh mulai dari perkembangan embrio, perkecambahannya, dan petumuhannya menuju tanaman dewasa, dan juga vigor rendah ini memiliki produksi yang rendah.

2.4. Pengertian Perkecambahan
Pengertian perkecambahan benih menurut Jann dan Amen dalam Usmanij (1990) dibedakan menjadi : (1) morfologis, yaitu perubahan bentuk embrio menjadi kecambah, (2) fisiologis, yaitu dimulainya kembali proses metabolisme dan pertumbuhan struktur penting dari embrio yang tadinya tertunda dan ditandai dengan munculnya struktur tersebut menembus kulit benih, dan (3) biokimia, yaitu suatu rangkaian perubahan lintasan-lintasan oksidatif yang menyebabkan perubahan senyawa-senyawa kimia dalam benih. Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat di dalam biji, misalnya radikula dan plumula. (Bagod Sudjadi, 2006).
Perkecambahan (germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah (Wikipedia, 2012).
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. (http://id.shvoong.com. Empat Batasan Benih).
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA (http://id.shvoong.com. Empat Batasan Benih).
Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah (http://id.shvoong.com. Empat Batasan Benih)

    BAHAN DAN METODE

    Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum Acara IV (Pengujian Viabilitas dan Vigor Benih Dengan Beberapa Metode) dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya. Kegiatan dilaksanakan pada hari rabu 5 November 2012 jam 09.00-10.40 WIB.

     Bahan dan Alat
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikun kali ini yaitu benih kacang panjang, kacang tanah, padi, kacang hijau, cabai, jagung dan kacang kedelai, substrat pasir, arang sekam, dan kertas merang serta germinator.

    Cara Kerja
Adapun cara kerja yang dilakukan pada media pasir & arang sekam yaitu  Menyiapkan media dengan kelembapan yang cukup & benih yang dicoba. Kemudian masing – masing jenis benih ditanam dengan jumlah tertentu pada kedalaman 2-3 cm, kemudian tutup dengan media lembap yang sama (pemeliharaan:jaga kelembapannya)tempatkan ditempat tertentu. Mengamati dan menghitung masing-masing jenis benih tersebut pada masing-masing media dengan pedoman pada metode & kriteria yang sudah ditetapkan.
Untuk media kertas  merang dilakukan dengan menyiapkan media dengan kelembapan yang cukup & benih yang dicoba. masing-masing jenis diletakkan dimedia kertas sesuai dengan metodenya dengan jumlah tertentu & disusun secara teratur: kemudian masukkan kedalam generator (modifikasi). Kemudian mengamati dan menghitung masing-masing jenis benih tersebut pada masing-masing media dengan berpedoman pada metode & kriteria yang sudah ditetapkan.

    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media pasir terhadap pertumbuhan kacang tanah
    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = / x 100 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = / x 100 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = / x 100 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = / x100%

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/6 = 16,67 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((5⁄(21 x 100)))/5 + ((1⁄(21 x 100)))/5 + ((2⁄(21 x 100)))/5+ ((0⁄(21 x 100)))/5 + ((2⁄(21 x 100)))/5+ ((0⁄(21 x 100)))/5
    =  (4,76) + (0,79) + (1,36) + (0) + (1,05) + (0) = 7,96
KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 11,11/16,67 X 100 % = 66, 68 %

    BK-KN = 1,352 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,352/5  = 0,27 gram/KN

    T-50=9+[(10-5)/10]  x 1 hari = 4,5 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 4/21 x 100 %  = 19,04 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 11/21 x 100 %  = 52 %




    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media arang sekam terhadap pertumbuhan kacang tanah
    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 13/21 x 100 % = 61,9 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (9+4)/21 x 100 % = 61,9 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  =  10/21x 100 % = 47,61 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 9/21 x100% = 42,85 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/6 = 16,67 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((9⁄(21 x 100)))/5 + ((1⁄(21 x 100)))/6 + ((1⁄(21 x 100)))/7+ ((1⁄(21 x 100)))/8 + ((0⁄(21 x 100)))/9+((1⁄(21 x 100)))/10
    =  (8,57) + (0,79) + (0,68) + (0,6) + (0) + (0,476) = 11,11
KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 11,11/16,67 X 100 % = 66, 68 %

    BK-KN = 1,410 gram
     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,410/9  = 0,1567 gram/KN

    T-50=9+[(10-5)/10]  x 1 hari = 5,41 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %

    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 7/21 x 100 %  = 33,3 %






    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media KERTAS MERANG terhadap pertumbuhan kacang tanah

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 18/21 x 100 % = 85,7 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (7+8)/21 x 100 % = 71,42 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 15/21 x 100 % = 71,42 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 7/21 x100% = 33,33 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/6 = 16,67 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((7⁄(21 x 100)))/5 + ((1⁄(21 x 100)))/5 + ((0⁄(21 x 100)))/5+ ((5⁄(21 x 100)))/5 + ((3⁄(21 x 100)))/5+ ((0⁄(21 x 100)))/5
    =  (6,67) + (0,79) + (0) + (2,97) + (1,587) + (0) = 12,017

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 11,11/16,67 X 100 % = 66, 68 %

    BK-KN = 1,672 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,672/7  = 0,23 gram/KN

    T-50=6+[(8-9)/8]  x 1 hari = 5,875 hari = 6 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %    = 2/21 x 100 %  = 9,52 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 % = 3/21 x 100 %  = 14,28 %

    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media pasir terhadap pertumbuhan jagung

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 21/24 x 100 % = 87,5 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (20+1)/24 x 100 % = 87,5 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 12/24 x 100 % = 50 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 20/24 x100% = 83,3 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/3 = 33,33 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((20⁄(24 x 100)))/5 + ((1⁄(24 x 100)))/6 + ((0⁄(24 x 100)))/7
     =  (16,67) + (0,69) + (0) = 17,36

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 17,36/33,33 X 100 % = 52 %

    BK-KN = 1,720 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,720 )/20  = 0,86 gram/KN

    T-50=5+[(20-21)/20]  x 1 hari = 6 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 3/21 x 100 %  = 12,5 %


    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media arang sekam terhadap pertumbuhan jagung

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 4/24 x 100 % = 16 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (17+1)/24 x 100 % = 75 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 13/24 x 100 % = 54%

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 17/24 x100% = 70,83 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/6 = 16,67 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((1⁄(24 x 100)))/5 + ((16⁄(24 x 100)))/6 + ((1⁄(24 x 100)))/7
     =  (0,83) + (11,11) + (0,83) = 12,77

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 12,77/16,67 x 100 % = 76,61 %

    BK-KN = 1,720 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,720 )/17  = 0,10 gram/KN

    T-50=5+[(20-21)/20]  x 1 hari = 6 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 8/21 x 100 %  = 34 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %


    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media Kertas Merang terhadap pertumbuhan jagung

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 15/24 x 100 % = 62,5 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 23/24 x 100 % = 95,8%

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 23/24 x 100 % = 95,8%

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/24 x100% = 91,6 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/3 = 33,33 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((1⁄(24 x 100)))/5 + ((16⁄(24 x 100)))/6 + ((1⁄(24 x 100)))/7
     =  (0,83) + (11,11) + (0,83) = 12,77

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 12,77/16,67 x 100 % = 76,61 %

    BK-KN = 1,870 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,870/17  = 0,11 gram/KN

    T-50=5+[(20-21)/20]  x 1 hari = 6 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %

    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0%



    Pengamatan Viabilitas Dan Vigor Benih Pada Media Pasir Terhadap Pertumbuhan Benih Kacang Kedelai

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 4/21 x 100 % = 19 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (2+2)/21 x 100 % = 19 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  =  4/21x 100 % = 19 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 2/21 x100% = 9,52 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25  %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((2⁄(21 x 100)))/5 + ((1⁄(21 x 100)))/6 + ((1⁄(21 x 100)))/7+ ((0⁄(21 x 100)))/8
     =  (1,90) + (0,79) + (0,68) + ( (0) = 3,37

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 3,37/25 X 100 % = 13,48 %

    BK-KN = 0,50 gram
     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =0,5/2  = 0,023 gram/KN

    T-50=5+[(2-2)/2]  x 1 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 1/21 x 100 %  = 4,76 %

    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 14/21 x 100 %  = 66,67 %



    Pengamatan Viabilitas Dan Vigor Benih Pada Media Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Benih Kacang Kedelai

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 16/21 x 100 % = 76,19 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (15+3)/21 x 100 % = 85,71%

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  =  13/21x 100 % = 61,90 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 15/21 x100% = 71,42 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25  %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((15⁄(21 x 100)))/5 + ((0⁄(21 x 100)))/6 + ((1⁄(21 x 100)))/7+ ((0⁄(21 x 100)))/8
     =  (14,28) + (0) + (0,68) + (0) = 14,96

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 14,96/25 X 100 % = 59,84 %

    BK-KN = 1,11 gram
     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,11/2  = 0,052 gram/KN

    T-50=5+[(15-1,06)/15]  x 1 hari = 6 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 2/21 x 100 %  = 9,52 %

    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %



    Pengamatan Viabilitas Dan Vigor Benih Pada Media kertas Merang Terhadap Pertumbuhan Benih Kacang Kedelai

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 17/21 x 100 % = 81 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (14+3)/21 x 100 % = 80,95%

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  =  13/21x 100 % = 61,90 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 14/21 x100% = 16,67 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25  %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((7⁄(21 x 100)))/5 + ((7⁄(21 x 100)))/6 + ((1⁄(21 x 100)))/7+ ((0⁄(21 x 100)))/8 + ((1⁄(21 x 100)))/8+ ((0⁄(21 x 100)))/8
     =  (11,11) + (8,33) + (0,95) + (0) + (0,68) + (0) = 21,07

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %  = 12,07/25 x 100 % = 49,08 %

    BK-KN = 2 gram
     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =2/14  = 0,14 gram/KN

    T-50=4+[(14-1,14)/14]  x 1 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 1/21 x 100 %  = 4,76 %

    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 1/21 x 100 %  = 4,76 %





    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media pasir terhadap pertumbuhan tanaman Padi

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 20/30 x 100 % = 66,6 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (10+10)/30 x 100 % = 66,6 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 15/30 x 100 % = 50 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 10/30 x100% = 3,3 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/11 = 9,09 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((10⁄(30 x 100)))/5 + ((3⁄(30 x 100)))/6 + ((7⁄(30 x 100)))/7+ ((0⁄(30 x 100)))/8 + ((0⁄(30 x 100)))/9+ ((0⁄(30 x 100)))/10 + ((0⁄(30 x 100)))/11 + ((0⁄(30 x 100)))/12
    =  (6,6) + (1,6) + (3,3) = 11,5

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

= 11,5/9,09 X 100 % = 126 %

    BK-KN = 1,820 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,820/30  = 0,6 gram/KN

    T-50=5+[(10-10)/10]  x 1 hari = 5 hari
    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %
    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 10/21 x 100 %  = 33,3 %


    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media Arang Sekam terhadap pertumbuhan tanaman Padi

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 17/30 x 100 % = 56,6 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (4+3)/30 x 100 % = 56,6 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 14/30 x 100 % = 46,6 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 4/30 x100% = 13,3 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/11 = 9,09 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((4⁄(30 x 100)))/5 + ((10⁄(30 x 100)))/6 + ((0⁄(30 x 100)))/7+ ((0⁄(30 x 100)))/8 + ((1⁄(30 x 100)))/9+ ((0⁄(30 x 100)))/10 + ((2⁄(30 x 100)))/11 + ((0⁄(30 x 100)))/12 + ((0⁄(30 x 100)))/13 + ((0⁄(30 x 100)))/14
    =  (2,66) + (5,55) + 0 + 0 + 0 + 0,37 + 0 + 0,6 + 0 + 0 + 0 = 9,18

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %   =   9,18/9,09 X 100 % = 101 %

    BK-KN = 1,520 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =1,520/30  = 0,55 gram/KN

    T-50=5+[(4-8,5)/4]  x 1 hari = 4 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 20/21 x 100 %  = 6,66 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 13/21 x 100 %  = 43,3 %

    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media kertas merang terhadap pertumbuhan tanaman Padi

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/30 x 100 % = 73,3 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (19+3)/30 x 100 % = 73,3%

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 20/30 x 100 % = 66,6 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 19/30 x100% = 63,3 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/11 = 9,09 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((19⁄(30 x 100)))/5 + ((0⁄(30 x 100)))/6 + ((0⁄(30 x 100)))/7+ ((1⁄(30 x 100)))/8 + ((2⁄(30 x 100)))/9+ ((0⁄(30 x 100)))/10 + ((0⁄(30 x 100)))/11 + ((0⁄(30 x 100)))/12 + ((0⁄(30 x 100)))/13 + ((0⁄(30 x 100)))/14
    =  (12,6) + 0 + 0 + (0,41) + (0,74) + 0 + 0 + 0 + 0 = 13,75

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %  =   13,75/9,09 X 100 % = 151 %

    BK-KN = 2,530 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(2,530 )/30  = 0,08 gram/KN

    T-50=5+[(19-11)/19]  x 1 hari = 6 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/21 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 8/21 x 100 %  = 26,6 %
   
    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media arang sekam terhadap pertumbuhan kacang panjang

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 7/24 x 100 % = 29,16 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (7+1)/24 x 100 % = 33,33 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 4/24 x 100 % = 16,16%

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 7/24 x100% = 29,16 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((7⁄(24 x 100)))/5 + ((0⁄(24 x 100)))/6 + ((1⁄(24 x 100)))/7 + ((0⁄(24 x 100)))/8
     =  (5,83) + (0) + (0,59) + (0)  = 6,42

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 6,42/25 x 100 % = 25,68 %

    BK-KN = 1,360 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,360 )/7  = 0,194 gram/KN

    T-50=4+[(7-3,5)/7]  x 1 hari = 4,5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 1/21 x 100 %  = 4,16 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 4/21 x 100 %  = 45,83 %

    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media pasir terhadap pertumbuhan kacang panjang

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/24 x 100 % = 91,66 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (22+(-4))/24 x 100 % = 75 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 21/24 x 100 % = 87,5 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/24 x100% = 91,66 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((22⁄(24 x 100)))/5 + ((0⁄(24 x 100)))/6 + (((-2)⁄(24 x 100)))/7 + (((-2)⁄(24 x 100)))/8
     =  (18,33) + (0) + (-1,1) + (-1,04)  = 16,19

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 16,19/25 x 100 % = 64,76 %

    BK-KN = 1,251 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,251  )/22  = 0,056 gram/KN

    T-50=4+[(22-18)/22]  x 1 hari = 4,1 hari = 4 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/24 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 2/24 x 100 %  = 8,3 %


    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media kertas merang terhadap pertumbuhan kacang panjang

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/24 x 100 % = 91,6 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (22+0)/24 x 100 % = 91,6%

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 17/24 x 100 % = 70,83%

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/24 x100% = 91,6 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((22⁄(24 x 100)))/5 + ((0⁄(24 x 100)))/6 + ((0⁄(24 x 100)))/7 + ((0⁄(24 x 100)))/8
     =  (18,33) + (0) + (0) + (0)  = 18,33

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 18,33/25 x 100 % = 73,32  %⁄etmaL

    BK-KN = 1,360 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,355 )/22  = 0,061 gram/KN

    T-50=4+[(22-22)/22]  x 1 hari = 4 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/24 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/24 x 100 %  = 0 %

    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media pasir terhadap pertumbuhan tanaman Cabe

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 21/25 x 100 % = 84 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (12+6)/25 x 100 % = 72 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 15/25 x 100 % = 60 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 12/25 x100% = 48 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/7 = 14,28 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((12⁄(25 x 100)))/5 + ((6⁄(25 x 100)))/6 + ((0⁄(25 x 100)))/7 + ((0⁄(25 x 100)))/8 + ((0⁄(25 x 100)))/9
 + ((0⁄(25 x 100)))/10 + ((0⁄(25 x 100)))/11 + ((0⁄(25 x 100)))/12 + ((0⁄(25 x 100)))/13 + ((0⁄(25 x 100)))/14

     =  (6,8) + (3) + (0) + (0) + (0)+ (0)+ (0) +(0)  = 9,8 %

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 9,8/14,28 x 100 % = 68,6  %⁄etmaL

    BK-KN = 1,837 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,837 )/18  = 0,102 gram/KN
    T-50=7+[(12-6)/12]  x 1 hari = 7,5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 3/25 x 100 %  = 12 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 4/25 x 100 %  = 16 %
    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media Arang Sekam terhadap pertumbuhan tanaman Cabe

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 23/25 x 100 % = 92 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (22+1)/25 x 100 % = 92 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 20/25 x 100 % = 80 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 22/25 x100% = 88 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/7 = 14,28 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((22⁄(25 x 100)))/5 + ((0⁄(25 x 100)))/6 + ((0⁄(25 x 100)))/7 + ((1⁄(25 x 100)))/8 + ((0⁄(25 x 100)))/9
 + ((0⁄(25 x 100)))/10 + ((0⁄(25 x 100)))/11 + ((0⁄(25 x 100)))/12 + ((0⁄(25 x 100)))/13 + ((0⁄(25 x 100)))/14

     =  (12,6) + (0) + (0) + (0,4) + (0)+ (0)+ (0) +(0)  = 13 %

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 13/14,28 x 100 % =  91  %⁄etmaL

    BK-KN = 2,493gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(2,493 )/23  = 0,108 gram/KN
    T-50=7+[(22-1)/22]  x 1 hari = 7,95 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/25 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 2/25 x 100 %  = 8 %
    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media kertas merang terhadap pertumbuhan tanaman Cabe

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 23/25 x 100 % = 92 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (23+0)/25 x 100 % = 92 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 16/25 x 100 % = 0,64 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 0,92/25 x100% = 92 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/7 = 14,28 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((23⁄(25 x 100)))/5 + ((0⁄(25 x 100)))/6 + ((0⁄(25 x 100)))/7 + ((0⁄(25 x 100)))/8 + ((0⁄(25 x 100)))/9
 + ((0⁄(25 x 100)))/10 + ((0⁄(25 x 100)))/11 + ((0⁄(25 x 100)))/12 + ((0⁄(25 x 100)))/13 + ((0⁄(25 x 100)))/14

     =  (13,14) + (0) + (0) + (0) + (0)+ (0)+ (0) +(0)  = 13,14 %

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 13,14/14,28 x 100 % =  92  %⁄etmaL

    BK-KN = 1,726 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,726  )/23  = 0,075 gram/KN
    T-50=7+[(23+0)/23]  x 1 hari = 8 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/25 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 2/25 x 100 %  = 8 %

    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media pasir terhadap pertumbuhan tanaman Kacang Hijau

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 30/30 x 100 % = 100 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (30+0)/30 x 100 % = 100 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 11/30 x 100 % = 36,6 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 30/30 x100% = 100 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((30⁄(30 x 100)))/5 + ((6⁄(30 x 100)))/6 + ((0⁄(30 x 100)))/7 + ((0⁄(30 x 100)))/8
     =  (25) + (0) + (0) + (0) = 25 %

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 25/25 x 100 % = 100  %⁄etmaL

    BK-KN = 2,271 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(2,271 )/30  = 0,075 gram/KN
    T-50=4+[(30-0)/30]  x 1 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/30 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/30 x 100 %  = 0 %



    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media arang Sekam terhadap pertumbuhan tanaman Kacang Hijau

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 28/30 x 100 % = 93 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (28+0)/30 x 100 % = 93 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 17/30 x 100 % = 56 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 28/30 x100% = 93 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

    KCT= ((28⁄(30 x 100)))/4 + ((1⁄(30 x 100)))/5 + (((-1)⁄(30 x 100)))/6 + ((0⁄(30 x 100)))/7
     =  (23,33) + (0,6) + (-0,5) + (0) = 25 %

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %
= 23,33/25 x 100 % = 93,72 %⁄etmaL

    BK-KN = 1,873 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(1,873  )/30  = 0,0669 gram/KN
    T-50=4+[(28-0)/28]  x 1 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/30 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/30 x 100 %  = 0 %



    Pengamatan viabilitas dan vigor benih pada media kertas merang terhadap pertumbuhan tanaman Kacang Hijau

    PTM= (jumlah benih hidup)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 28/30 x 100 % = 93,3 %

    DB= (∑▒〖KN I〗+∑▒〖 KN II〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = (28+0)/30 x 100 % = 93,3 %

    KST = (∑▒〖KN (kuat)〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 21/30 x 100 % = 70 %

    IV= (∑▒〖KN I〗)/(jumlah benih yang ditanam) x 100 %  = 28/30 x100% = 93,3 %

    KCT-max= 100/(∑▒〖hari hitung I〗) = 100/4 = 25 %⁄etmaL

    KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %


    KCT= ((28⁄(30 x 100)))/5 + ((0⁄(30 x 100)))/6 + ((0⁄(30 x 100)))/7 + ((0⁄(30 x 100)))/8
     =  (23,33) + (0) + (0) + (0) = 23,33 %

KCT-R= KCT/(KCT-max) x 100 %

= (23,33 )/25 x 100 % = 93,3  %⁄etmaL

    BK-KN = 2,351 gram

     LPK= (BK-KN)/(∑▒KN) =(2,351 )/28  = 0,084 gram/KN
    T-50=4+[(28-0)/28]  x 1 hari = 5 hari

    K-ABN=  (jumlah benih abnormal)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 0/30 x 100 %  = 0 %


    K-mati=  (jumlah benih mati)/(jumlah benih yang ditanamam) x 100 %  = 2/30 x 100 %  = 6,66 %

4.2. Pembahasan
Adapun hasil dari pengamatan yang telah kami lakukan pada praktikum mengenai pengujian viabilitas dan vigor bnih tanaman dari tiga jenis media. Media yang digunakan pada praktikum ini diantaranya adalah media pasir, media arang sekam dan media kertas merang. Dari beberapa jenis benih yang dilakukan pada pengujian ini memiliki potensial tumbuh yang berbeda terutama dari pembeda jenis media yang digunakan. Untuk 7 jenis benih yang dilakukan pengujian menunjukan bahwa potensi tumbuh trtinggi apabila benih ditanam pada media kertas merang, disusul dengan media arang sekam dan terakhir adalah media pasir. Perbedaan potensi tumbuh ini dikarenakan perbedaan media yang digunakan, dengan perbedaan media ini tentu kelembaban, keberadaan air dan factor-faktor pendukung luar yang lain juga berbeda antar media atau substrat yang digunakan.
Untuk potensi tumbuh 7 jenis benih yang ditanam pada substrat kertas merang memiliki potensi yang paling tinggi dari antara 2 jenis substrat lainnya. Dari table pengamatan viabilitas dan vigor benih diatas perkecambahan yang terjadi pada media kertas merang memiliki potensi tertinggi hal ini dikarenakan substrat yang digunakan sangat sesuai untuk perkecambahan, tertutup rapat dan memiliki kelembaban sesuai dengan kebutuhan benih. Dengan kelembaban yang sesuai ini tentunya perkecambahan akan berlangsung sempurna. Namun perkecambahan yang dilakukan pada substrat ini memiliki kekurangan karena tidak adanya media tempat akar berpegang kuat karena media yang digunakan hanya kertas yang bertujuan untuk mengeluarkan plumula dan radikula pada benih tanaman. Untuk potensi benih abnormal pada media ini juga sangat kecil karena benih yang berkecambahan menunjukan pertumbuhan yang hampir sama untuk tiap benihnya.
Pada media arang sekam potensi tumbuh benih yang dilakukan dalam pengujian relative tinggi namun tidak setinggi kertas merang, hal ini dikarenakan kelembaban yang ada pada media atau substrat ini tidak terlalu tinggi karena keadaan yang terbuka dan air mudah menguap dari media ini. Pada media ini terlihat jelas benih yang memiliki potensi tumbuh kuat dan potensi tumbuh rendah karena pada media ini terdapat tempat tumbuh akar sehingga pertumbuhan tanaman sangat jelas terlihat antara kecambah yang tumbuh dengan potensi kuat dan kecambah yang tumbuh dengan potensi rendah. Potensi tumbuh benih kuat pada media ini lebih tinggi disbanding dengan yang lemah namun kacambah lemah pada media ini juga tinggi dalam arti banyak kecambah yang tumbuh lambat disbanding dengan yang kuat, hal ini dikarenakan media yang digunakan adalah arang sekam sehingga kecambah mudah dipengaruhi oleh factor luar dan kelembaban kurang. Untuk perkecambahan jangka panjang sangat baik dilakukan pada substrat ini karena selain benih menggunakan energinya sendiri setelah beberapa hari benih dapat menyerap energy dari unsure besar yang ada pada substrat kertas merang ini. Kecambah abnormal juga terdapat pada media ini hal ini dikarenakan factor luar dan factor genetis atau bawaan pada benih tanaman tersebut. Untuk benih yang memiliki postur tinggi memang mudah rebah namun dengan perlakuan khusus media kertas merang ini mungkin akan menjadi substrat yang sangat baik bagi perkecambahan benih yang baik bagi pertanian.
Untuk media pasir potensi tumbuh benih yang dilakukan pengujian memiliki potensi terendah dari antara substrat arang sekam dan substrat kertas merang. Hal ini dikarenakan media pasir memiliki kelembaban terendah diantara dua jenis media pengujian lain yang digunakan. Sifat dari pasir juga tidak mampu mengikat air dan panas sehingga air mudah menguap pada substrat ini, agregatnya kuat dan media ini keras sehingga pertumbuhan kecambah benih yang di tanam pada media ini lebih rendah disbanding dengan dua media lainnya. Memang pada media ini terdapat tempat tumbuh akar namun akar tidak mampu berkembang maksimal karena sifat pasir ini yang keras sehingga akar dari kecambah tanaman tidak mampu menembus media pasir secara maksimal. Pada substrat perkecambahan engan bahan dasar pasir ini benih yang dilakukan pengujian didapatkan benih abnormal yang sangat besar atau banyak diantara dua jenis substrat lainnya. Hal ini dikarenakan  media yang digunakan adalah media pasir yang tidak sesuai dengan lingkungan untuk perkecambahan sehingga pertumbuhan kecambah tertekan. Dari tiga jenis media potensi tumbuh benih yang dikecambahkan tentu memiliki potensi yang berbeda maupun secara keseluruhan ataupun perbenih tanaman. Hal ini dikarenakan perbedaan bahan yang digunakan pada pembuatan substrat perkecambahan dan masing masing substrat tersebut memiliki sifat yang dan kesesuaian yang berbeda untuk perkecambahan.





    PENUTUP

Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum kali ini yaitu potensi tumbuh benih berbeda antar benih pada berbagai media atau substrat perkecambahan yang berbeda hal ini dikarenakan sifat dan kesesuaian untuk tumbuh kecambah berbeda pada barbagai media atau substrat yang digunakan.
Potensi kecambah yang baik didapat dari perkecambahan benih pada media atau substrat kertas merang dan arang sekam dan potensi perkecambahan rendah untuk media pasir. Hal ini dikarenakan kelembaban dan kesesuaian lingkungan pada media arang sekam dan kertas merang sesuai dengan keinginan benih untuk berkecambah dibanding dengan media pasir.
Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Viabilitas adalah kemampuan benih atau daya hidup benih untuk tumbuh secara normal pada kondisi optimum. Berdasarkan pada kondisi lingkungan pengujian viabilitas benih dapat dikelompokkan ke dalam viabilitas benih dalam kondisi lingkungan sesuai (favourable) dan viabilitas benih dalam kondisi lingkungan tidak sesuai (unfavourable). Vigor diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh normal pada keadaan lingkungan yang sub optimal. Vigor dipisahkan antara vigor genetik dan vigor fisiologi. Vigor genetik adalah vigor benih dari galur genetik yang berbeda-beda, sedang vigor fisiologi adalah vigor yang dapat dibedakan dalam galur genetik yang sama.



DAFTAR PUSTAKA

Ashari, Sumaru.1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press ; Jakarta

Blogspot. 2009 http://teknologibenih.blogspot.com. Diakses Pada Tanggal 25 Oktober 2012

Kamil, Jurnalis. 1979. Teknologi Benih I. Angkasa Raya; Padang

Kartasapoetra, Anto G. 1986. Pengelolaan Benih dan Tuntunan Praktikum. Bina Aksara; Jakarta

Pratiwi. 2000. Biologi. Erlangga; Jakarta

Rubenstin, Irwin dkk. 1978. The Plant Seed. Academi Press Inc; USA

Soetopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Malang: Fakultas Pertanian UNBRAW Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.

Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. UGM Press; Yogyakarta

Wikipedia, 2012. Struktur dan type  buah. http//:www.wikipedia.com. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2012.

Wordpres, 2012 http://yunosuyono.wordpress.com. Diakses Pada Tanggal 25 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar